BANJARNEGARA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Kabupaten Banjarnegara resmi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-12. Usia dua belas tahun menjadi momentum kedewasaan organisasi untuk terus merawat nyali, menjaga integritas, dan mempertajam pengawasan terhadap penggunaan uang rakyat di Banjarnegara.
Berbeda dengan perayaan pada umumnya, peringatan milad ke-12 ini diisi dengan acara refleksi pergerakan, doa bersama, dan silaturahmi tertutup bersama para pengurus inti, relawan desa, serta perwakilan masyarakat yang selama ini menjadi whistleblower (pelapor) kasus-kasus pungutan liar dan penyelewengan anggaran.

Refleksi 12 Tahun: Dari Akar Rumput Hingga Ruang Kebijakan Dalam sambutan reflektifnya, Ketua DPC GNPK-RI Banjarnegara menyampaikan bahwa bertahan selama 12 tahun dalam gerakan antikorupsi di tingkat daerah bukanlah perkara mudah. Organisasi ini telah melewati berbagai dinamika, mulai dari intimidasi, gugatan hukum balik (SLAPP), hingga resistensi dari oknum-oknum yang merasa terganggu dengan pengawasan ketat GNPK-RI.
“Dua belas tahun adalah bukti bahwa ketakutan tidak pernah bisa mengalahkan kebenaran. Kita telah mendampingi ratusan warga yang haknya dirampas, mengawal transparansi Dana Desa di berbagai kecamatan, dan mengadvokasi pelayanan publik yang bersih dari calo dan pungli. Usia ke-12 ini menuntut kita untuk semakin adaptif, cerdas, dan tak kenal kompromi,” tegasnya di hadapan para tamu undangan.

Fokus Baru di Usia Ke-12: Digitalisasi Advokasi Memasuki dekade kedua pergerakannya, GNPK-RI Banjarnegara menyadari bahwa modus operandi korupsi telah berevolusi. Jika dulu suap dilakukan secara fisik di bawah meja, kini penyelewengan anggaran sering kali tersembunyi di balik kerumitan sistem pengadaan barang dan jasa elektronik (e-procurement) hingga manipulasi data bantuan sosial terintegrasi.
Merespons hal tersebut, pada momentum HUT ke-12 ini, GNPK-RI Banjarnegara mencanangkan fokus strategis baru berupa Penguatan Litbang (Penelitian dan Pengembangan) Digital. Tim advokasi akan lebih agresif menggunakan instrumen Keterbukaan Informasi Publik (KIP) untuk membedah dokumen anggaran daerah (APBD) dan menelusuri aliran dana proyek-proyek strategis yang berpotensi merugikan negara.
Apresiasi untuk Para Pemberani Puncak acara peringatan diisi dengan penghormatan khusus kepada para relawan dan warga yang selama ini secara berani melangkah maju untuk melaporkan dugaan tindak pidana korupsi. GNPK-RI menegaskan bahwa tanpa keberanian masyarakat untuk bersuara, kerja-kerja investigasi organisasi tidak akan pernah menyentuh akar masalah.
“Korupsi tidak akan pernah kalah oleh segelintir orang yang jujur. Namun, korupsi akan hancur ketika orang-orang jujur tersebut bersatu dan terorganisir. Kepada para pelapor dan relawan yang terus mempertaruhkan kenyamanan demi keadilan, kami ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya,” tambahnya.
Undangan Terbuka untuk Kolaborasi Menutup rangkaian acara syukuran, jajaran pengurus GNPK-RI Banjarnegara membuka lebar pintu kolaborasi. Memasuki usia ke-12, organisasi ini mengajak seluruh elemen—mulai dari akademisi, jurnalis, mahasiswa, organisasi pemuda, hingga komunitas hobi di Banjarnegara—untuk turut serta menjadi mata dan telinga bagi pengawasan pembangunan daerah.
